Search

11 Juni 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Pamigo Kuansing Segera Beroperasi, Siap Serap TBS Petani Sawit

POLEZ.ID – Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, semakin dekat untuk beroperasi. Fasilitas yang dibangun melalui program Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu kini telah siap mengolah tandan buah segar (TBS) sawit milik petani.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Riau, T. Ridwan Putra Yuda, mengatakan tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik pada bulan lalu.

“Bulan lalu tim dari Ditjenbun sudah turun meninjau langsung. Hasilnya nanti akan dirapatkan bersama BPDP di Jakarta,” kata Ridwan.

Pamigo tersebut merupakan salah satu program hilirisasi sawit rakyat yang dibangun dengan dukungan dana BPDP sebesar Rp5,5 miliar. Pabrik ini dirancang untuk mengolah hasil kebun petani menjadi produk bernilai tambah, mulai dari minyak goreng hingga crude palm oil (CPO).

Menurut Ridwan, secara teknis fasilitas tersebut sebenarnya sudah mampu memproduksi minyak goreng. Namun tingginya harga TBS saat ini membuat pengelola masih mempertimbangkan aspek keekonomian usaha.

“Untuk produksi minyak goreng sebenarnya sudah bisa. Namun karena harga TBS saat ini cukup tinggi, dikhawatirkan akan merugi jika langsung diolah menjadi minyak goreng,” ujarnya.

Karena itu, opsi yang dinilai lebih memungkinkan dalam tahap awal adalah mengolah TBS menjadi CPO. Namun, operasional penuh masih terkendala belum tersedianya tangki penyimpanan berkapasitas besar.

“Kalau mereka memproduksi CPO, tentu harus ada tempat penyimpanan. Saat ini mereka belum memiliki tangki. Usulan sudah diajukan melalui APBD, tetapi belum terealisasi. Sekarang sedang dicari alternatif lain, termasuk mengajukan bantuan ke BPDP,” jelasnya.

Meski demikian, Ridwan memastikan seluruh fasilitas utama pabrik telah siap digunakan. Sejumlah uji coba operasional juga telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Semuanya sudah siap. Sudah beberapa kali dilakukan uji coba dan berhasil. Kami juga sudah mendatangkan tenaga ahli dari Universitas Andalas untuk mendampingi,” katanya.

Pamigo Kuansing nantinya akan menyerap pasokan TBS dari kebun anggota KUD Tupan Tri Bhakti seluas 213,51 hektare. Jika kebutuhan bahan baku meningkat, pasokan juga akan berasal dari kebun petani sawit di sekitar Singingi Hilir.

Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong hilirisasi sawit rakyat di Riau. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, Pamigo juga diharapkan mampu menjadi pusat penyerapan TBS petani sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.